seseorang seniman asal Lumajang, Jawa Timur yang mempunyai mimpi sebarkan pandangan positif tentang kearifan lokal pada penduduk di sekelilingnya. Bermula dari pekerjaan desa wisata yang digagasnya, dia selalu berusaha menumbuhkan perasaan nasionalis serta cinta pada kekayaan bangsa melalui seni serta budaya. Salah satunya type kesenian yang diperkenalkannya pada penduduk ialah Musik Danglung, seni musik ciri khas Lumajang. 

Awalannya, Zainul sudah sempat memperoleh resistensi dari masyarakat di sekelilingnya. Bahkan juga, dia dipandang sebarkan ajaran sesat serta sudah sempat dijauhi oleh tetangga-tetangganya. Akan tetapi, salah satunya penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2016 ini berkelanjutan dengan harapan positif yang dia usahakan supaya terwujud. Dia selalu memberi pandangan dan kesadaran pada penduduk jika seni musik, dalam perihal ini Kesenian Danglung ialah satu alat yang efisien mempersatukan penduduk. 

Baca Juga : Sejarah Gitar Bass dan Sejarah Alat Musik Gitar Bass

Musik Danglung ialah kesenian tradisionil ciri khas Lumajang yang telah diketahui semenjak tahun 50-an. Pada intinya, Musik Danglung di isi dengan bermacam instrumen seperti Gong, Kendang, terompet, Kentongan, Jidor, serta Gamelan.

Sekilas, irama yang dimainkan ialah kombinasi pada musik ciri khas Jawa serta nada-nada ciri khas etnis Madura. Warisan musik tradisionil ini umumnya menemani beberapa tarian ciri khas Lumajang seperti Jarankencak, Tari Topeng Kaliwungu, serta beberapa yang lain. 

Baca Juga : Cara Bermain Gitar Bass

Zainul pilih Musik Danglung menjadi sisi dari program gagasannya yang bertopik “Pengenalan Pendidikan Kearifan Lokal lewat Sadar Wisata serta Musik Tradisionil Daerah” sebab beberapa fakta. "Dalam program ini, musik saya letakkan menjadi entry poin sebab me-miliki nilai strategis dalam meningkatkan budaya sekaligus juga memperkuat komunitas komunikasi antar umat beragama dalam melestarikan seni serta budaya," kata Zainul dalam satu pembicaraan. 

Zainul ingin lebih jauh kembali mengambil langkah lewat program kesenian dan sadar wisata yang jadi kegiatannya. Menurut dia, penduduk ialah subyek pemberdayaan yang begitu butuh memperoleh pencerahan agar bisa mandiri. Beberapa salah satunya bisa diawali dari pekerjaan kesenian yang ikut memberi dukungan pariwisata di lokasi Lumajang ini. 

Baca Juga : Cara Bermain Bass dengan Bermain Bass Untuk Pemula

Mimpi Zainul juga bersambung terwujud dalam beberapa pekerjaan seperti peluncuran Kampung Kreatif Dingklik, kerja sama dengan Tubuh Narkotika Nasional, bahkan juga program sertifikasi buat beberapa pemandu wisata dari grup sadar wisata bersama dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia.